Kamis, 01 Desember 2011

Sudah di Depan Mata Wisata ke Luar Angkasa




MIMPI trilyuner dunia, Richard Branson, untuk membuka era baru penerbangan luar angkasa semakin mendekait kenyataan. Ini terjadi setelah dia secara resmi membuka bandara dan terminal luar angkasa pertama di dunia, Spaceport America, di New Mexico, AS, kemarin. Pembangunannya dimulai 6 tahun lalu, menyusul kesepakatan antara Virgin Galactic dengan pemerintah negara bagian New Mexico.

Terminal futuristis itu akan menjadi tempat parkir pesawat luar angkasa Virgin Galactic sekaligus mission control dan lokasi persiapan wisatawan yang ingin berwisata ke luar angkasa dengan pesawat White Knight Two.



Penerbangan perdana paket wisata seharga minimal US$200 ribu, sekira Rp1,8 M itu rencananya baru akan dimulai awal 2013 mendatang. Mahal? Jangan salah, sudah 450 orang yang membeli tiket penerbangan bersejarah itu. Sekira 150 orang di antaranya hadir dalam pembukaan Spaceport America itu.

Bangunan rancangan perusahaan yang berbasis di Inggris, Foster + Partners, dan URS Corp serta arsitek SMPC dari New Mexico itu diklaim sebagai bangunan ramah lingkungan. Sumberdaya tenaganya berasal dari energi panas bumi.
ORANG kaya yang ingin merasakan berwisata ke luar angkasa tidak perlu menunggu lama. Pada 2013, mereka yang sudah kebanyakan duit akan bisa merasakan sensasi menjadi seorang astronot.

Adalah Virgin Galactic, perusahaan pariwisata yang sedang menggarap bisnis miliaran dolar ini. Perusaahaan milik jutawan Inggris Sir Richard Branson ini menjanjikan akan meluncurkan program wisata ke luar angkasa dalam waktu dua tahun mendatang jika semuanya berjalan lancar.

Direktur komersil Virgin Galactic, Stephen Attenborough menyatakan masalah keselamatan menjadi hal yang paling diperhatikan pihaknya. Saat ini, uji penerbangan telah dilakukan.

"Ini merupakan program yang tidak bisa diprediksi kapan akan bisa diluncurkan. Keselamatan adalah hal paling penting," jelasnya.

Disebutkan, saat ini sudah ada 500 orang kaya yang mengantri untuk bisa dibawa ke luar angkasa. Mereka tidak segan mengeluarkan uang sebesar US$200 ribu atau sekitar Rp1,8 miliar per orang untuk bisa menikmati wisata yang hanya berdurasi 2,5 jam ini.(MI/DNI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar